7 Tips Ampuh Mencari Pekerjaan di Linkedin

PHK di mana-mana. Persaingan mencari kerja meningkat. Bagaimana cara mencari kerja di Linkedin?

Kakak akan membagikan 7 tips ampuh mencari kerja di Linkedin yang bisa kamu gunakan terutama di masa pandemi.

Pertama, salam kenal dari kakak marketing. Tempat untuk kamu yang mau belajar dan meningkatkan keahlian kerja di bidang marketing

Kenapa Linkedin? Linkedin adalah platform untuk para profesional berkoneksi di dunia maya. Penggunanya mencapai 9 juta pengguna dan paling penting, GRATIS! Jadi kamu tahu betapa pentingnya Linkedin. Kakak akan membagikan tips mendapatkan pekerjaan di Linkedin mulai dari tahap persiapan seperti menyiapkan foto dan profil, sampai proses mencari kerja di Linkedin.

TIPS 1. SESUAIKAN PROFIL FOTO LINKEDIN KAMU

Pertama, Kita mulai dari foto – Banyak sekali yang menggunakan pas foto wisuda atau pas foto resmi di Linkedin. Pandangan datar, serius, menghadap kamera, latar biru, merah, atau putih. Hampir semua lamaran kerja menggunakan foto seperti ini. Padahal untuk mencari kerja, kamu harus standout dari pelamar kerja yang lainnya. Apalagi kalau kamu mau apply ke perusahaan startup. Coba foto dengan pose lain yang tetap profesional, seperti melipat tangan di perut, badan mengarah ke jam 1 atau jam 11, dan tersenyum. Tidak usah sampai membuka mulut sebesar 3jari, tapi tersenyum tipis saja juga sudah cukup. Foto menghadap ke depan tapi menyengir? Itu juga tidak apa-apa. Intinya fotonya jangan pose pas foto biasa. Foto menggunakan kamera biasanya lebih bagus daripada foto Handphone kecuali kamera handphone dan lighting kamu bagus. Ini kakak berikan contoh pose foto-foto profesional yang bisa meningkatkan personal branding kamu :

Versi lebih murah? Di studio foto yang sama dengan kamu pas foto, gunakan latar belakang putih dengan pose yang kamu inginkan.

Jangan lupa baju yang kamu gunakan harus sesuai dengan profesi lowongan yang kamu apply. Misalnya kamu mau apply jadi staff keuangan. Ya fotonya jangan menggunakan blus warna-warni yang tidak formal. Minimal kemeja atau blus berwarna netral seperti putih, biru, warna-warna pastel, atau hitam akan cocok untuk segala jenis pekerjaan korporat. Tapi kalau kamu mau apply menjadi graphic designer, foto lebih kreatif akan menjadi nilai plus. Tapi tetap sopan ya.

Untuk perempuan, makeup yang natural itu penting. Jangan sampai terlihat kuyu dan tidak berenergi. Jangan menor juga, dengan eyeshadow smokey eyes, lipstick merah, blush on tebal. Di sini kita mau cari kerja, bukan peragaan busana. Makeup natural adalah kunci.

Riasan : foundation (tipis setipis mungkin jangan terlihat terlalu medok), eyeshadow (warna pink, coral, cokelat, nude diaplikasikan tipis), alis natural (jangan dibuat burung camar atau terlalu tebal, usahakan terlihat natural), blush on (pink atau cokelat nude aplikasikan tipis-tipis), lipstick (warna pink dicampur coral itu adalah the best menurut pengalaman kakak) pilih warna riasan yang sesuai warna kulit kamu.

Laki-laki, perhatikan apakah muka berminyak (segera aplikasikan bedak sedikit atau cuci muka), ada lingkaran hitam (kalau bisa diedit atau aplikasikan concealer), atau rambut tidak rapi (sisir dan gunakan gel atau wax bila perlu).

Terakhir, jangan lupa ganti foto di profil whatsapp dan media sosial lainnya apabila fotonya cenderung tidak profesional di era mencari kerja ini. Jangan sampai perekrut menghubungi kamu lewat whatsapp dan profil fotonya adalah foto yang tidak profesional.

2. OPTIMALKAN PROFIL LINKEDIN

Headline – Headline adalah bagian setelah nama kamu yang menjelaskan pekerjaan kamu saat ini. Tulis di sini posisi terakhir kamu atau apa yang menjadi minat kamu dalam bahasa inggris kalau kamu fresh graduate. Misalnya : procurement specialist, atau business analyst. Punya beberapa minat? sebaiknya cari term yang lebih general atau tulis bersebelahan. Pada contoh di bawah ini, headline dari Gary Vaynerchuck adlaah Chairman of VaynerX, CEO of VaynerMedia, dan juga 5-Time NYT Bestselling Author. Perlukah menulis nama perusahaan di bagian headline? Boleh, terserah kamu. Kak kalau fresh graduate bagaimana? tulis saja fresh graduate dan open to work. Tulis juga bidang apa yang kamu tertarik.

https://www.linkedin.com/in/garyvaynerchuk/

About – Bagian tidak kalah penting yang menjelaskan secara lebih detil siapa kamu. Istilahnya mengiklankan kamu itu siapa. Tidak usah panjang-panjang, karena rekruter atau connection di Linkedin hanya ingin mengetahui sekilas saja mengenai siapa kamu dari sudut pandang kamu.

https://www.linkedin.com/in/garyvaynerchuk/

Experience – Pada deskripsi experience atau pengalaman, kamu bisa menuliskan nama perusahaan tempat kamu bekerja, masa kerja, dan lokasi kerja. Biasanya kamu menjelaskan nama jabatan dan deskripsi pekerjaan kamu di situ. Namun satu hal yang paling sering lupa ditulis di bagian experience adalah deskripsi perusahaan. Sebesar apapun perusahaan tempat kamu bekerja, deskripsikan dahulu secara singkat perusahaan tempat kamu bekerja bergerak di bidang apa. Barulah tulis deskripsi pekerjaan yang cukup singkat namun cukup detil. Kalau kamu memiliki pencapaian yang boleh dibagikan secara publik, bisa ditulis di situ. Misalnya kamu bekerja sebagai staff K3 perusahaan: sebagai perwakilan negara Indonesia berhasil membuat modul kesehatan dan keselamatan kerja pada level global. Usahakan pencapaian sesuai dengan jabatan. Tidak usah menuliskan “Juara III Lomba Menyanyi di Family Day Perusahaan XX.”

Bagaimana kalau nama jabatan saya tidak umum? Misalnya ada happiness manager, order management, dan lainnya. Ada 2 pilihan, diterjemahkan menjadi yang familiar di pemahaman orang, atau pertahankan nama jabatan tersebut tapi tulis deskripsi pekerjaan yang cukup detil. Tapi ada catatannya, kalau menulis nama jabatan yang umum dipahami orang, profil kamu bisa lebih sering muncul di “search” ketika rekruter mencari orang dengan jabatan serupa.

3. MEMBACA LOWONGAN PEKERJAAN DENGAN SEKSAMA

Sudah tahu di mana lokasi mencari kerja di Linkedin? Pada bagian atas, ada icon koper bertuliskan “jobs” dan kamu bisa mencari sesuai dengan keinginan kamu

Saran kakak, cari berdasarkan minat, pengalaman, area kerja, dan juga bidang usaha perusahaannya. Walaupun kamu ingin sekali kerja, jangan asal pilih bidang pekerjaan yang tidak cocok dengan minatmu. Kamu orangnya tidak suka dengan data dan benci kuliah statistik waktu kuliah, tapi daftar data analyst. Selain buang-buang waktu rekruter, kalaupun diterima, kamu bisa tersiksa. Ujung-ujungnya resign cepat dan merugikan perusahaan dan kamu juga.

Banyak pelamar tidak sadar lokasi penempatan. Ada lho, pencari kerja yang tidak sadar lokasi kerjanya di mana. Asal apply, begitu interview, diberitahu lokasi kerjanya, mundur teratur.

Banyak pelamar asal apply, padahal tidak cocok kualifikasinya. Misalnya kebutuhannya adalah pengalaman minimal 5 tahun karena lowongan dibuka untuk posisi manager. Ada saja lho fresh graduate yang apply, tanpa pengalaman kerja.

Terakhir, melamar pekerjaan yang tidak tahu kerjanya apa. Berharap dijelaskan oleh HRD pada saat interview. Paling tidak ketika kamu apply, kamu tahu gambaran besar dari pekerjaannya. Jangan sampai tidak tahu sama sekali.

4. MENCOCOKKAN SKILL DENGAN KUALIFIKASI LOWONGAN SEBELUM APPLY

Cocokkan skill yang kamu klaim di Linkedin dengan lowongan pekerjaan yang kamu cari. Kalau kamu berlangganan premium di Linkedin, kamu bisa mendapatkan insight ini. Namun apabila tidak, sebaiknya kamu mengira-ngira skill apa saja yang kira-kira dibutuhkan untuk menempati posisi tersebut dan melengkapinya di profil kamu. Tahukah kamu, kamu juga bisa mengambil sertifikasi di Linkedin untuk beberapa software yang umum dibutuhkan seperti Microsoft Excel dan PowerPoint? Lokasinya ada di “Skills & Endorsements kemudian pilih “Take skill quiz”.

Kamu juga bisa meminta teman-teman atau rekan kerja meng-endorse skill kamu. Ada bagian lain bernama Recommendations. Recommendations adalah kata-kata yang ditulis oleh rekan kerja atau teman yang pernah bekerjasama dengan kamu. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada rekruter bahwa banyak orang yang berpendapat kamu ahli di bidang itu dan kamu bisa bekerjasama dengan banyak orang.

5. BUAT POSTING #OPENTOWORK

Saat ini adalah saat yang susah bagi hampir semua orang. Connections di Linkedin saling bahu membahu membantu orang-orang yang mengalami pemutusan kerja atau sedang mencari kerja di Linkedin. Buat posting #opentowork dengan cerita kamu sendiri. Apa yang kamu isi di postingan tersebut? Ceritakan apa keahlian kamu, prestasi kamu, software apa yang kamu kuasai, berminat kerja di bidang apa, dan kepribadian kamu yang cocok dengan bidang pekerjaan yang diinginkan.

Minta teman-temanmu di Linkedin like, dan share. Nanti lama-lama postingan tersebut akan muncul di koneksi Linkedin dari orang-orang yang like postingan kamu. Dengan begitu, kemungkinan postingan kamu dilihat orang akan lebih tinggi. gunakan juga frame foto #opentowork yang disediakan linkedin. Dengan begitu, job recruiter tahu kamu bisa langsung bekerja.

Jangan hanya berhenti di situ, aktivitas postingmu di Linkedin juga sebaiknya aktif dan berhubungan dengan bidang yang kamu inginkan. Jangan perlakukan Linkedin untuk berkeluh kesah, curhat, atau protes. Utamakan pencapaian profesional dan ketertarikan terhadap bidang tertentu. Kalau kamu aktif di Linkedin, minimal dengan like dan comment postingan orang lain, profile views kamu akan meningkat dan kemungkinan profil kamu dilihat rekruter lebih tinggi.

6. MEMBANGUN KONEKSI

Koneksi, koneksi, koneksi. Yup, sebagian besar pekerjaan didapatkan bukan dari pencarian kerja secara resmi. Bangun hubungan baik dengan orang lain, online maupun offline.

Pertanyaannya, berkoneksi dengan siapa?
Pertama, Berkoneksi dengan HRD perusahaan yang dituju. Kamu bisa mencari nama perusahaan yang kamu tuju. Di situ akan terlihat daftar nama karyawan yang memiliki connections yang mutual dengan kamu. Add sebagai connections dan mulai membangun hubungan. Misalnya membuat message menanyakan mengenai lowongan, budaya kerja, hingga kualifikasi dan tips diterima kerja di sana. Rekruter atau tim HRD perusahaan tidak jarang mengepost lowongan pekerjaan di laman Linkedin mereka sendiri. Jadi berhubungan dengan HRD yang sedang aktif mencari karyawan adalah nilai plus kamu yang sedang mencari kerja.

Kedua, buat hubungan baik dengan orang-orang dalam komunitas bidang pekerjaan yang sama denganmu di Linkedin. Mereka biasanya punya informasi terkait lowongan yang tidak dibuka secara umum. Kamu bisa mulai dengan berkoneksi dengan orang-orang yang memiliki profesi sama dengan kamu. Bergabung di dalam komunitas juga bisa membantu.

Ketiga, Hubungi orang yang membuka lowongan kerja di Linkedin apabila kamu tertarik dengan lowongannya. Lowongan yang ada di Linkedin biasanya diapply hingga ratusan hingga ribuan orang apalagi untuk perusahaan yang sudah banyak dikenal orang. Bahkan lulusan top dari universitas kamu saja bisa jadi terlewat saking banyaknya yang mendaftar. Tulis bahwa kamu tertarik dengan lowongannya, memiliki kualifikasi yang diinginkan, dan bersedia diinterview secepatnya.

Terakhir, berkoneksi dengan para pencari karyawan yang sedang aktif mencari walaupun bukan connections dekat kamu. Tidak selalu HRD, bisa juga user atau founder dari perusahaan lho. Orang-orang ini biasanya sedang membuka lowongan dan butuh kandidat banyak. Nah ini tips yang belum banyak orang tahu. Caranya bagaimana?

Pada kotak “search” di kiri atas, ketik “Hiring” dan pilih Hiring in people. Kemudian kamu akan melihat daftar orang-orang yang suka membuka lowongan pekerjaan di Linkedin. Lihat profil mereka, bekerja di mana. Lihat perusahaannya, apakah terpercaya atau tidak. Baru deh connect, add a note, dan tulis pesan yang personalized. Misalnya kamu tertarik bekerja di situ, profesi kamu saat ini apa, atau tambahkan kalian sama-sama lulusan universitas dengan jurusan yang sama. Salam kenal. Jangan terlalu agresif membombardir permintaan lowongan, karena mereka juga manusia dan urusan mereka sudah banyak. Malah bisa-bisa kamu di blacklist. Nanti begitu dia membuat status membuka lowongan pekerjaan, kamu bisa menjadi salah satu orang pertama yang dilihat. Bingung? Lihat video ini yuk!

7. TIPS MEMBUAT CV

Cari template CV yang menarik. Bahkan kamu bisa meminta pendapat teman atau kakak kelas yang bekerja di HRD. apakah CV kamu sudah cukup menarik, dan lain-lain. Update CV kamu dengan data yang terbaru, termasuk foto terbaru. Pastikan tidak ada typo atau kesalahan penulisan di CV. Poin terakhir adalah kalau bisa, gunakan CV yang berbeda apabila mengapply perusahaan atau bidang yang berbeda-beda. Misalnya kalau apply sebagai procurement staff di perusahaan ternama, gunakan template dan foto yang lebih resmi. Tapi apabila apply sebagai web developer sebuah perusahaan startup, fokuskan justru di pencapaian dan portofolio dengan foto bisa lebih santai tapi tetap friendly.

Semoga informasi dari kakak berguna. Selamat mencari kerja, semoga dijodohkan dengan pekerjaan yang cocok dengan hati dan dompet. Jangan lupa share ke teman-teman lain dan informasi ke kakak kalau sudah berhasil mendapat kerja ya!

Leave a comment